Diagnosa Keperawatan Batuk Kering

diagnosa-keperawatan-batuk-keringBatuk merupakan hal yang yang dialami oleh semua orang. Namun jika batuk yang terus menerus pastinya akan menjengkelkan selain itu pastinya ada masalah pada bagian kerongkongan Anda. Sebelum jauh kita membahas masalah ini sebaiknya kita ketahui jika batuk terbagi menjdi dua bagian yaitu batuk kerikng dan batuk basah (berdahak).

Perbedaan antara keduanya yaitu: Batuk kering tidak menghasilkan lendir atau dahak apapun oleh karena itu disebut sebagai ‘non-produktif. Sedangkan batuk basah akan disertai dengan dahak atau sputum karena masalah yang timbul dari paru-paru seperti bronkitis, pneumonia, asma atau beberapa penyakit yang langka seperti kanker paru-paru.

Penderita yang sedang batuk kering, biasanya ia merasakan seperti ada sensasi nyeri, menggelitik, gatal atau seperti ada yang menjanggal pada tenggorokan sehingga merangsang seseorang untuk batuk. Namun walaupun sudah batuk, masalah pun tidak kunjung lega.

Loading...

Adanya rasa seperti yang disebutkan diatas, biasanya akan dialami oleh orang dalam kasus alergi, terpapar asap rokok atau iritasi lainnya, atau mungkin juga mengalami masalah dengan sinusitis ringan dan infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas.

Penyebab Batuk Kering

Adapun yang menyebabkan batuk kering pada bisanya adalah:

Selain dari itu, adapula kondisi terbilang berbahaya dan dapat menimbulkan batuk kering, walaupun hal ini tergolong sangat langka seperti :

  • PPOK (penyakit paru obstruktif kronik)
  • GERD (gastro oesophagal reflux disease)
  • Penyakit jantung (dalam kasus yang jarang)
READ:  Diagnosis Keperawatan Resiko Infeksi

Batuk kering dapat pula dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

  • Batuk kering biasa – Paling sering disebabkan oleh infeksi virus dari hidung dan tenggorokan. Di mana Anda akan mengalami batuk terus menerus dengan perasaan ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan. Biasanya akan sembuh dalam 1 atau 2 minggu.
  • Batuk menggonggong atau croup – batuk yang begitu gigih dan sampai-sampai suaranya mirip dengan lolongan anjing, terutama terlihat pada penyakit laringitis (Pembengkakan atau infeksi pita suara). Ketika pasien batuk, ada rasa sakit di tenggorokan dan kesulitan bernafas.
  • Batuk rejan – disebut juga dengan batuk 100 hari atau pertusis, yang disebabkan oleh bakteri. Saat ini kejadiannya sangat jarang karena adanya program imunisasi (DPT) yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia. Kondisi ini biasanya hanya terlihat pada anak-anak. Ini adalah batuk di mana pasien batuk terus menerus, setelah itu ada suara teriakan karakteristik dan suara keras tarikan napas.

Diagnosis

Saat Anda konsultasikan ke dokter, maka dokter akan meminta keterangan pada Anda seputar gejala apa saja yang Anda alami dan bagaimana gembarannya. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menggunakan stetoskop guna mendengar bunyi nafas dan apakah ada gangguang baik berupa sumbatan atau lainnya. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu menjalani rontgen dada agar dokter dapat memastikan apa penyebab batuk yang Anda alami.

READ:  Diagnosa Keperawatan Untuk Ulkus Peptikum

Pengobatan Batuk Kering

Sebelumnya jika Anda belum konsultasikan pada dokter, ada baiknya jika Anda mengetahui terlebih dahulu penyebabnya sehingga untuk pengobatan untuk langkah pertama Anda bisa lakukan dirumah dengan menggunakan obat yang dijual bebas, namun sebelum itu Anda harus memastikan jika batuk Anda memang batuk kering dan bukan batuk berdahak.

Di apotek banyak pilihan obat batuk, pastikan Anda pilih obat batuk kering sesuai kondisi Anda saat ini. Pada kasus batuk kering yang disebabkan oleh alergi atau infeksi, maka mau tidak mau harus menggunakan resep obat antibiotik dan anti-histamin yang masing-masing bekerja meringankan gejala.

Mengobati Batuk Kering di Rumah

Berikut beberapa bahan alami yang bisa Anda gunakan di rumah guna meringankan gejala batuk dan mempercepat penyembuhan:

  • Berkumur dengan air garam hangat
  • Minum Cairan Hangat
  • Tablet hisap pelega tenggorokan
  • Gunakan Vaporubs
  • Tidur Dengan kepala ditinggikan
  • Menggunakan kunyit
  • Mengonsumsi Madu
  • Ramuan wedang jahe
  • Ramuan bawang putih
READ:  Diagnosa Keperawatan untuk Empiema

Komplikasi

Batuk kering, jika tidak ditangani dapat menyebabkan banyak masalah. Oleh karena itu, penting bahwa kita tahu kapan harus mengunjungi dokter atau ketika itu berbahaya. Biasanya, ketika batuk berlangsung selama lebih dari seminggu dan obat bebas yang Anda gunakan tidakberhasil, maka itu berarti Anda perlu dokter.

Seseorang dapat mengembangkan komplikasi karena kondisi yang mendasari seperti ketidakmampuan untuk bernapas, pingsan, atau bahkan kematian.

Komplikasi lain adalah sifat fisik dari batuk itu sendiri. Terkadang sifat batuk begitu parah sehingga dapat menyebabkan muntah, patah tulang rusuk, nyeri otot di belakang dan inkontinensia urin atau feses (kencing tanpa sadar).

Langkah Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara sederhana dan mudah untuk mecegah agar batuk kering tidak menyebar ke orang lain:

  • Jika Anda menderita batuk, tutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin
  • Selalu mencuci tangan secara menyeluruh dengan air dan sabun

Selain itu, ada beberapa hal yang harus Anda hindari ketika Anda sedang menderita batuk kering:

  • Hindari mengonsumsi makanan dingin (es)
  • Hindari makan berlebihan di malam hari
  • Hindari tidur dengan kepala datar dengan punggung
  • Hindari makan makanan yang digoreng
  • Hindari asap rokok
  • Hindari minuman berkafein

Demikian ulasan kami semoga memberikan manfaat untuk Anda…