Tujuan dan Pemfokusan Intervensi Pada Abortus Imminen

Abortus ImminenAdapun tujuan dari abortus dan pemfokusan pada intervensi ini adalah

Tujuan

DX I : untuk mengurangi atau menghilangkan kecemasan
DX II : mengurangi atau menghilangkan nyeri
DX III : pencegahan terjadinya defisit air
DX IV : mengurangi atau meminimalkan kerugian atau rasa sakit
DX V : Pelanggan dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan toleransi

Loading...

Fokus intervensi

DX I : Kecemasan  terkait jalanya aktifitas atau pengeluaran hasil konsepsi
intervensi:
-Siapkan klien untuk reaksi dengan kerugian atau kehilangan
– Memberikan informasi yang jelas tepat
DX II : nyeri berhubungan dengan kontraksi uterus
intervensi:
-Untuk mempersiapkan laporan dan tanda-tanda lainnya. Memanggil pasien dengan nama lengkap mereka. Jangan meninggalkan tanpa pengawasan untuk waktu lama
– Rasa sakit dan fungsi, termasuk kualitas lokasi dan intensitas
– Lakukan tindakan yang membuat pasien merasa nyaman seperti mengubah posisi tidur, teknik relaksasi dan obat nyeri kolaburasi

READ:  Gambaran Klinis Pada Abortus Imminen

DX III : Resiko tinggi defisit volume cairan berhubungan dengan perdarahan
intervensi:
Evaluasi perdarahan pada pasien per jam atau pada saat pengawasan
1. Menilai atau pengkajian perdarahan vagina yaitu: warna, jumlah buffer yang digunakan, tingkat kecepatan dan jumlah
2. review gumpalan(kaji apabila ada terjadi gumpalan)
3. diperiksa juga untuk tanda-tanda seperti maslah kegugupan, Taki kardia, hipertensi, dan pucat
– Periksa nilai HB dan hematokrit

DX IV : Kehilangan berhubungan dengan pengeluaran hasil konsepsi
intervensi:
– Pasien menerima kenyataan kehilangan dengan tidak ada cara untuk menilai dengan cara menyalahkan dia
– Jika perlu, adakan perawatan janin bila di minta
– Dorong pasien untuk lebih medekatkan diri kepada sang pencipta

DX V : : intoleransi aktivitas berhubungan dengan rasa nyeri yang sedang di alami
intervensi:
– Anjurkan pasien untuk istirahat yakni membaringkan badan secara rilex
– Menahan diri dari hubungan badan

READ:  Patofisiologi Pada Abortus Imminen